
Kebutuhan dengan adanya teknologi dan digitalisasi saat ini sudah ada di berbagai sektor, termasuk dalam sektor properti untuk mengelola management property. Manajemen properti telah mengalami perubahan signifikan berkat adopsi inovasi teknologi, yang menghadirkan efisiensi operasional baru, meningkatkan pengalaman pengguna, dan memperluas potensi bisnis.
Kita akan membahas tentang potensi inovasi teknologi dalam management property, menjelajahi berbagai alat dan solusi yang memungkinkan transformasi digital di industri ini. Jika kita ingin sukses di industri properti, kita harus mengadopsi strategi digital. Mari jelajahi dampak transformasi digital pada industri properti.
Teknologi Cloud Computing dalam Management Property
Sistem properti manajemen kini telah berkembang dari waktu ke waktu. 20 tahun lalu harus membutuhkan kertas, dan lemari arsip, sedangkan 10 tahun yang lalu, sudah dapat diunduh perangkat lunak. Namun, kini sudah berkembang menjadi sistem berbasis cloud. Sebagian besar manajer properti masih menggunakan perangkat lunak untuk mengelola properti sewaan mereka. Perangkat lunak itu dibuat untuk menyederhanakan komunikasi, akuntansi, pemeliharaan, dan pelaporan dengan digabungkannya menjadi satu antarmuka yang mudah dipakai. Sedangkan, jika Anda menggunakan sistem management property berbasis cloud, semua data akan disimpan di cloud dan tidak memakai server ataupun perangkat keras apapun. Anda bisa melakukan akses dengan menggunakan perangkat apapun, dan bisa mendapatkan akses penuh ke perangkat lunak management property Anda dari mana saja hanya dengan koneksi internet.
Baca juga :
Apa Itu Properti : Definisi, Manfaat, dan Jenisnya
Awalnya banyak orang melihat adanya kelemahan keamanan dengan menggunakan penyimpanan data dan komputasi ke cloud. Namun, setelah banyak orang sadar bahwa infrastruktur perangkat keras cloud dan enkripsi data, serta deteksi intrusi ini, jauh lebih aman dibandingkan dengan hard drive lokal. Justru dengan sangat mudah peretas melakukan peretasan untuk mendapatkan data pelanggan pada hard drive perusahaan yang perlindungannya lemah.
Mitos itu harus dihilangkan. Itulah salah satu alasan mengapa semua bisnis menuntut cloud saat ini. Faktanya, istilah-istilah baru seperti proptech, fintech, dan realtech tidak berarti apa-apa tanpa kekuatan cloud. Apa yang terjadi hari ini, manajer properti mulai melihat potensi bisnis digital dari cloud dan solusi proptech baru.
Salah satunya penyedia layanan properti manajemen / management property yang menggunakan cloud yaitu vCloudProperty+. vCloudProperty+ini meruapakan layanan berbasis cloud yang dapat diakses dimana saja di perangkat apapun. Selain itu, vCloudProperty+ dapat digunakan oleh sebanyak mungkin pengguna user dalam suatu perusahaan. Bagi yang ingin mengetahui lebih banyak lagi dari manfaat penggunaan cloud di properti dapat langsung ke vCloudProperty+
Internet of Things (IoT) dalam Management Property:
Menurut Statista, statistik yang mengesankan ini menunjukkan bahwa jumlah perangkat yang terhubung dengan IoT akan tumbuh miliaran dari 2019 hingga 2030:
Sumber: Statista
Sedangkan menurut Deloitte Research, “Memakai digital dan analitik dalam merevolusi pengalaman penyewa, dan pengalaman penyewa sangat penting bagi 75% perusahaan properti komersial. Oleh sebab itu, menggunakan sensor IoT serta kecerdasan buatan adalah salah satu faktor paling berpengaruh yang mempengaruhi preferensi penyewa (52%).”
Lalu, menurut Fortune Business Insights memperkirakan peningkatan tahunan sebesar 26% di pasar IoT global pada tahun 2029, yang akan mencapai hampir $2,5 triliun.
Data tersebut menegaskan bahwa teknologi IoT akan berdampak signifikan pada hampir setiap aspek kehidupan manusia dalam waktu dekat. Semua orang akan mendapat manfaat dari kemajuan ini.
Mari tinjau alasan utama menerapkan IoT di property management adalah keputusan yang bijak.
Internet of Things dapat mengelola peralatan. Sensor mengirimkan informasi tentang status perangkat secara otomatis. Selain itu, semua pihak dapat langsung mengakses data dalam bentuk digital. Dengan mengotomatiskan proses pengumpulan data, membangun layanan menghemat waktu dan uang secara keseluruhan. Biasanya, hal tersebut memerlukan beberapa jam dalam pengerjaannya secara manual. Maka dengan adanya sensor IoT, dimungkinkan untuk mengumpulkan sejumlah besar data yang dapat merampingkan operasi bangunan dan membuat keputusan yang lebih baik dengan lebih efisien.
Hal lainnya dari pemanfaat menggunakan IoT, yaitu IoT yang memiliki berbagai sensor dan transfer data otomatis, bisa memantau dan menyesuaikan parameter seperti suhu ruangan, ketersediaan ruang, dan kebutuhan untuk menambahkan tindakan seperti kebersihan toilet dalam meminimalkan kegagalan peralatan. Daripada melaporkan yang salah atau kondisi kelembapan yang salah di ruang kantor mereka, penyewa maupun karyawan lain dapat lebih fokus perhatian mereka pada hal-hal yang paling penting.
Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence, AI) dalam Management Property:
Industri Management Property merupakan bidang yang kompleks dan multi-segi yang melibatkan berbagai tugas dalam pengelolaan, seperti dari perjanjian sewa, penagihan sewa, serta pemeliharaan dan penyaringan penyewa. Pada beberapa tahun belakangan kecerdasaan buatan (AI) telah digunakan untuk mengubah cara manajer properti beroperasi. Alat management properti yang menggunakan AI memungkinan manajer mengotomatisasikan tugas rutin, merampingkan operasi, dan meningkatkan pengalaman penyewa.
Tugas property management adalah pekerjaan yang memakan waktu yang membutuhkan banyak perhatian terhadap detail. Hal yang bermanfaat dari adanya AI yaitu kemampuannya dalam mengotomatiskan tugas-tugas rutin. Seperti, mengotomatiskan pengumpulan dan pengingat sewa, menghemat waktu serta sumber daya manajer properti secara signifikan.
Baca juga :
Property Management System : Tujuan, Manfaat, dan Tips Cerdas Memilihnya
Kemudian, Adanya AI dalam management properti yaitu dapat meningkatkan pengalaman penyewa dengan berbagai cara. Seperti, chatbot yang digunakan dalam menjawab pertanyaan penyewa secara real time, memberikan tanggapan secara instan atas pertanyaan dan kekhawatiran penyewa. Hal itu dapat meningkatkan kepuasan penyewa dan mengurangi beban kerja manajer properti.
Selain itu, perangkat lunak properties management system bertenaga AI bisa difungsikan dalam mempersonalisasi pengalaman penyewa untuk menganalisis data maupun preferensi penyewa. Oleh karena itu bisa menolong manajer properti dalam menyesuaikan layanan mereka pada kebutuhan spesifik setiap penyewa, meningkatkan kepuasan penyewa secara keseluruhan serta tingkat retensi.
Operasional yang efisien merupakan kunci dari keberhasilan setiap perusahaan management property. AI bisa memaksimalkan operasional dengan berbagai cara. Seperti penerapan perangkat lunak yang didukung AI dalam menganalisis data tren sewa, tingkat hunian, dan kebutuhan pemeliharaan dalam membantu manajer properti ketika mengambil keputusan yang tepat serta mengalokasikan sumber daya secara efisien.
PropTech: Menghubungkan Pasar Properti dengan Teknologi:
Kini industri properti sudah bergeser dengan memanfaatkan inovasi teknologi properti atau disebut dengan Proptech. Tujuan manajemen properti adalah meningkatkan pengalaman pengguna bagi pembeli, penjual, pemilik properti, serta penyewa. Dalam memanfaatkan teknologi seperti cloud, analisis data, serta Internet of Things (IoT). Proptech ini bisa mengubah cara properti bertransaksi serta pengelolaan.
Industri properti yang masih beroperasi dengan tradisional lambat laun akan merangkul teknologi. Konvergensi smartphone, komputasi awan, dan analisis data besar telah membawa proptech melampaui daftar properti online untuk menyertakan tur properti virtual, analitik real-time, solusi management property, dan teknologi pengelolaan air. Adanya startup proptech telah menghadirkan solusi yang efisien serta meningkatkan pengalaman bagi pembeli, penyewa, dan penjual.
Adanya proptech ini bisa merampingkan proses management property melalui solusi yang inovatif. Pemilik properti serta manajer properti bisa menyaring penyewa secara efisien, mengumpulkan uang sewa, serta mengelola perbaikan properti hanya melalui perangkat smartphone. Otomatisasi ini meningkatkan efisiensi operasional serta meningkatkan kepuasan penyewa.
Platform Proptech dapat menyediakan data pasar secara real time, sehingga membuat investor, pembeli, dan penjual dalam mengambil keputusan berdasarkan data. Alat analisis data tersebut memberikan tren serta indikator kinerja, serta memungkinkan investor dalam menentukan pilihan investasi yang tepat.
Teknologi Realitas Virtual (Virtual Reality, VR) dan Realitas Diperpanjang (Augmented Reality, AR) dalam Pemasaran Properti:
Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) merupakan dari kemajuan teknologi yang mengganggu setiap industri, tidak terkecuali dari industri properti. Adanya pandemi virus corona yang dirasakan oleh seluruh dunia, berakibat pasar properti melakukan perombakan besar-besaran. Adanya permasalahan kesehatan ini, semua orang di perintah untuk tinggal dirumah, serta dengan ketidakpastian ekonomi, membuat berbagai bisnis termasuk properti mengalami masa sulit. Maka, dalam mengupayakan kembali pasar properti, banyak perusahaan properti di seluruh dunia melakukan transformasi dengan memanfaatkan digitalisasi.
Teknologi seperti AR dan VR dalam dunia properti ini mengubah cara orang dalam membeli properti belakangan ini, dan kini sebagian besar agen properti mulai menggunakan teknologi ini dalam memberikan layanan yang lebih baik lagi kepada klien mereka. Berdasarkan laporan terbaru dari Goldman Sachs, memperkirakan penggunaan AR dan VR akan memiliki pasar senilai $80 miliar pada tahun 2025.
Salah satu tantangan terbesar bagi pengembang properti yaitu memasarkan properti yang belum dibangun. Pembeli sulit untuk membayangkan rumah yang belum dibangun. Maka, secara tradisional pengembang properti harus membuat rumah contoh yang membutuhkan investasi waktu serta uang yang cukup besar. Sedangkan Virtual Reality dapat secara efektif mengatasi masalah tersebut. Agen properti bisa memakai teknologi VR dalam menampilkan eksterior dan interior properti yang belum dibangun. Cara tersebut membuat calon pembeli dapat melihat secara jelas apa yang ditawarkan.
Inovasi teknologi telah membawa transformasi signifikan dalam management property, menghadirkan efisiensi operasional baru, meningkatkan pengalaman pengguna, dan memperluas peluang bisnis. Management property yang telah mengadopsi teknologi seperti cloud computing, IoT, AI, PropTech, VR, dan AR, manajer properti dapat memperoleh keunggulan kompetitif dan meningkatkan kinerja mereka. Penting bagi para profesional industri properti untuk terus memantau perkembangan teknologi serta mengintegrasikannya ke dalam strategi manajemen properti mereka guna memaksimalkan potensi inovasi teknologi.
Artikel Terkait
- Alat Teknologi Informasi Modern: Transformasi Digital dalam Era Kontemporer
Dalam era digital yang terus berkembang, teknologi informasi modern telah menjadi fondasi bagi perubahan drast…
Technology — 26 Oct 2023 - Mengapa Penting Software Enterprise (ERP) Terintegrasi Ke Transformasi Digital?
Software Enterprise telah ada selama beberapa dekade dan telah mengubah cara kita melakukan bisnis dengan meng…
Apps — 21 Jul 2023 - Era Industri 4 Adalah: Transformasi Mendalam dalam Industri Properti
Di tengah laju perkembangan teknologi yang semakin pesat, tidaklah mengherankan bahwa berbagai industri mengal…
Business — 04 Sep 2023 - Perkembangan Bisnis Indonesia di Era Digitalisasi: Peran Sistem Manajemen Software dalam Transformasi Industri
Perkembangan bisnis indonesia di era digitalisasi ini semakin pesat, bisnis di Indonesia mengalami transformas…
Business — 16 Aug 2023 - Property Management System Adalah Pengubah Industri Properti
Di dunia industri properti yang dinamis, efisiensi, akurasi, dan keteraturan menjadi hal yang sangat penting. …
Business — 07 Aug 2023
Solusi vCloudProperty+ untuk Topik Ini
vCloudProperty+ adalah aplikasi manajemen properti & ERP properti berbasis cloud untuk developer, pengelola gedung, dan bisnis properti di Indonesia.